FBI di Pameran Keanekaragaman Hayati

Kegiatan pameran Keanekaragaman Hayati di Taman Buah Mekar Sari diselenggarakan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup dan Pengelola Taman Buah Mekar Sari. Acara ini diselenggarakan dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup yang jatuh pada tanggal 5 Juni . Dalam kegiatan pameran ini cukup banyak mengundang partisipasi dari berbagai kalangan mulai dari LSM lingkungan (Yayasan Badak Indonesia, BOS, PILI), Universitas (IPB, UNPAK), Sekolah (baik dari Bogor, Jakarta dan beberapa SD dan SMA di Jawa Barat) dan paguyuban-paguyuban tentang lingkungan lainnya. Berdasarkan pantauan, stand yang ada dalam pameran tersebut ada sebanyak kurang lebih 50 stand.

Kegiatan pameran yang berlangsung selama 3 hari ini dibuka oleh Bapak Jusuf Kalla (Wakil Presiden RI). Sangat disayangkan dalam acara pembukaan yang waktunya sangat terbatas tersebut dan diselingi oleh hujan, Bapak Wapres tidak sempat berkeliling ke stand-stand pameran yang telah berdiri dengan bagus dan rapi. Setelah berpidato dan melakukan penanaman pohon langka di tempat yang telah disediakan, Wapres meresmikan kegiatan ini dengan membunyikan angklung sebagai simbolis dibukanya kegiatan pameran dan setelah itu begegas meninggalkan lokasi Taman Buah Mekar Sari.

Setiap peserta pameran mendapat fasiltas ukuran tempat pemeran seluas 4 x 4 meter. Dalam kesempatan pameran ini YABI (Yayasan Badak Indonesia) dibantu sepenuhnya oleh Forum Badak Indonesia membuat konsep pemeran sebagai tampat sosialisasi konservasi badak Indonesia. Dalam hal ini di dalam stand dipanjang 8 banner dan poster yang berisi mengenai, evolusi badak, konservasi badak Jawa, badak Sumatera, Suaka Rhino Sumatera, Rhino Protection Unit, Cula badak, Perburuan badak dan kegiatan kemasyarakatan.

Disamping banner yang dipajang secara bururutan, juga ditampilkan replika cula badak, replika kepala badak, lukisan badak dan tentunya film-film megenai konservasi badak di Indonesia. Salah satu ajang yang cukup menarik dalam kegiatan ini adalah menampilkan ’Maskot badak’ yang menjadi primadona dalam kegiatan pemeran ini. ’Maskot badak’ berkeliling kesemua wilayah pemeran dan sesekali menyebarkan leaflet mengenai konservasi badak. Hal ini merupakan cara yang sangat ampuh dalam mensosialiasikan mengenai badak, setidaknya banyak kalangan yang tidak tahu mengenai badak menjadi lebih tahu.

Kegiatan pemeran ini cukup berjalan dengan lancar, walaupun secara umum ada beberapa kekurangan yang untuk kedepan perlu menjadi perhatian. Kementerian LH sebagai penitia penyelenggara sepertinya tidak mensosialisasikan acara pameran ini kepada pengunjung yang mendatangi Taman Buah Mekar Sari sehingga banyak pengunjung yang sifatnya rombongan tidak mendatangi stand pameran. Padahal dari pengunjung inilah diharapkan stand pameran menjadi meriah. Walaupun ada yang mendatangi pameran hanya bersifat singgah saja dan tidak berniat untuk  mengunjungi. Stand pameran dijaga oleh rekan-rekan dari Forum Badak Indonesia dengan 3 orang per hari dan satu orang menjadi maskot badak. Selain itu di stand pameran juga dijual marchandise mengenai badak seperti pin, poster, kerajinan perak, stiker dan tentunya kaos (t-shirt) badak. Hasil penjualan ini akan terus digulirkan dan nantinya akan disumbangkan untuk konservasi badak Indonesia. Salah satu kegiatan menarik lainnya adalah penanda tanganan atau menulis di kanvas yang telah disediakan sebagai wujud kepedulian terhadap konservasi badak.

Reported by: Sectionov

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: