Posts Tagged sumatran rhino

Berita dari Suaka Badak Sumatera

Akhirnya kesempatan mengunjungi Suaka Badak Sumatera terkabul. Bersama pemenang lomba poster badak 2009 yang diselenggarakan oleh WWF Indonesia dan YABI, kami memulai perjalanan dari Kantor Departemen Kehutanan, Manggala Wana Bhakti, Jakarta. Dari sepuluh pemenang lomba poster badak, hanya enam peserta yang mengikuti perjalanan. Dari YABI dan WWF, masing-masing satu orang pendamping. Sementara dari FBI, tiga orang peserta termasuk satu pemenang lomba. Perjalanan dilepas oleh Dirjen PHKA, Direktur Eksekutif YABI dan Penasehat YABI dan WWF Indonesia.

Dua hari di Suaka Badak Sumatera, peserta menyempatkan diri melihat badak-badak di dalam suaka: Rosa, Bina, Andalas, Ratu dan Torgamba. Peserta juga berdiskusi dengan keeper, Drh. Dedy dan Drs, Marcelius Adi. Hari kedua peserta berkesempatan mengunjungi Waya Kanan disusul dengan kegiatan arung sungai dengan perahu motor. Dengan didampingi RPU, peserta lomba menepi dan mengunjungi Pos D1 dan D2 dan sempat menengok Camera trap yang dipasang di Pos D1. RPU juga menunjukkan berbagai jejak binatang yang memenuhi permukaan tanah yang lembek: jejak beruang, harimau, dan babi hutan. Juga ada kotoran gajah dan bekas cakaran harimau. Aktivitas diakhiri dengan kunjungan ke pusat latihan gajah. Menurut Aji Santoso, pendamping dari WWF Indonesia, kunjungan selanjutnya akan dilaksanakan pada Akhir Bulan April ke habitat badak jawa di Ujung Kulon.

Beberapa rekaman film dapat dilihat berikut ini:

Read the rest of this entry »

Advertisements

, , , , , , , , , , ,

1 Comment

Rhino among factors for ‘no’ to coal-fired plant

Kota Kinabalu: The continued survival of the endangered Sumatran rhino is one of the main reasons the State Government shot down the proposed coal-fired power plant in Silam, Lahad Datu.

State Tourism, Culture and Environment Minister Datuk Masidi Manjun, who disclosed this, said it was not an easy decision considering that Sabah is currently facing a power shortage problem.

“But finally, we thought, we can have a power plant built anywhere but we cannot have a rhino anywhere,” he said, assuring that the State Government will continue to preserve all wildlife in Sabah.

“In the recently-launched Sabah Development Corridor (SDC) 2008-2025, the rhino rescue programme was high on the State agenda,” he said.

He also directed the department to spearhead a State-level rhino conservation task force to develop an action plan and embark on a rhino breeding programme based on the sanctuary concept similar to Indonesia’s.

Read the rest of this entry »

,

Leave a comment